|
Wednesday, September 28, 2005
jilbab
paling sebel liat cewek jilbaban yang... 1. Pake celana jeans ketat 2. pake baju lengen 3/4 3. celana hipster 7/8 4. misuh-misuh 5. rangkul-rangkulan sama pasangannya ditempat umum 6. apalagi ciuman didepan orang banyak..

ckk.. ckk..ckk... memalukan. kalo gak niat jilbaban gak usah jilbaban po'o rekk. ngisin-ngisini....
11:15 PM
|
Friday, September 23, 2005
Suroboyo, Soponyono
Berita nggegirisi mengisi acara harian di teve2 berdampingan dengan warta flu burung yang makin merajalela.
Suroboyo kembali berulah. Belom kelar urusan per-bonek-an ngerampas bakul2 sepanjang jalur suroboyo-jakarta, tiba2 sidang perceraian diwarnai dengan penikaman mantan suami ke mantan istrinya perkoro gono-gini.
Duh Gusti.... lelakon opo iki??? iki gak katene mbahas pegatan.
jengkel, tersinggung, dendam, kecewa akan bermetamorfosa mjd marah-meradang-ngamuk-kalap!!!
perkara emosi sudah mencapai puncak dan mencit di ubun2... tak memandang status sosial dan jenjang karir. tiba2 semuanya gelap mata dan kalap membabi buta. sing penting ngamuk!!! anak buah membacok bos, bos meracun anak buah, sesama bos saling adu pistol, sesama anak buah saling menikam. harga diri larut dalam emosi. semua kembali pada : gelap mata!!!
bila lawan bicara sudah menampakkan tanda2 emosi, lakukanlah : 1. kerendahan hati 2. mengalah tanpa kehilangan kehormatan 3. menang tanpa merendahkan
11:22 AM
|
Tuesday, September 13, 2005
Mulut Lelaki
Aku selalu mencintaimu [padahal dia bilang gitu juga ke 3 pacarnya yang lain]
Aku tidak bisa hidup tanpamu [halah.. lha sebelum pacaran sama aku kok ya bisa hidup?]
Aku bukan siapa-siapa tanpa kamu [karena aku berarti atau karena aku banyak uang?]
Kamu membuat hidupku makin sempurna [sempurna sebagai laki2, atau sempurna sebagai bajul?]
Kamu selalu terlihat cantik setiap saat [kalo bener gitu, kamu ga bakalan jelalatan kalo di mall..]
Jangan lupa makan, ntar sakit lho [padahal klo dia udah ngopi bergelas2.. mana inget makan?]
Malam ini mimpiin aku ya...! [seandainya mimpi bisa di program, ga bakalan dia mengijinkan kita hadir di mimpinya]
Kamu percaya soulmate? Itulah kita.. [pasti ke mantan2 pacarnya dia juga bilang gitu]
Kalau kamu tanya cinta itu apa, jawabnya adalah 'seperti yang aku rasakan sekarang' [padahal bilangnya waktu dia pengin muntah! ergh..]
Sehari nggak nelpon kamu, rasanya nggak lengkap! [setelah nelpon aku terus nelpon siapa..?]
Aku ngga pernah mikirin cewek lain selain kamu [memang ga pernah mikirin... tapi langsung selingkuh!]
Aku merasa jadi lelaki paling beruntung di dunia, karena aku memiliki kamu [oo..maksudnya, pacaran denganku sangat menguntungkan?]
Jangan terlalu boros, inget nabung buat masa depan kita [sementara dia ngabisin duit berjuta2 buat beli asessoris mobil!]
Udah males nerusin.....
Kalo ditulis semua capek ngetik. Terlalu banyak gombal-gambul yang diucapkan laki-laki. Sialnya kadang-kadang kita tanpa sadar terbuai sama rayuan gombalnya. Tapi kalo yang standart seperti yang di atas, ya udah sering diungkapkan, kadang-kadang udah kebal, udah kadaluwarsa sih.
Bisa jadi 3 bulan nanti ditoko-toko buku terdekat di kota anda, beredar buku kitab 'ANTI GOMBAL-GAMBUL LAKI-LAKI'. Tebalnya mengalahkan semua kitab yang pernah beredar dimuka bumi. Pengarangnya? Lho, ya kita dooonggg..
Wes pokoknya laki-laki itu gombal abiiiiiiiiiisssssssss!!
Sering terlintas dalam benak, mustinya Tuhan menciptakan laki-laki itu tanpa mulut. Babano ben kapok. Eh, tapi ntar apa yang kita cium ya?
posted by ULBUL
4:48 PM
|
Monday, September 12, 2005
Benarkah kita [tanpa sadar] menyalahgunakan fasilitas kantor?
Beruntunglah kita yang bekerja di tempat yang menyediakan fasilitas yang memadai. Koneksi internet [walopun rebutan bandwidth] bisa dipake 24 jam, telepon tinggal mencet dan bebas berbicara selama anda mau [gak pake timer2an, 5 menit bunyi 'beep'- wadhoh..wis gak jaman!], leluasa menggunakan Y!M - tanpa ngumpet2 takut dipecat, TV cable nyala all day long...
Tapi... Apa iya kita menggunakan fasilitas kantor itu murni untuk keperluan kantor?  Soalnya nih... namanya aja 'fasilitas kantor'.. jadi mustinya dipake untuk hal2 yang ada hubungannya sama kantor!
Lha kalau Daily Activity-nya seperti ini?
[08.30-09.30] Buka email, baca2 email dari milis group band ternama + komunitas IT, buka blog, balesin shoutbox, buka friendster, buka situs gossip. [09.30-11.00] mulai kerja sambil chatting sama temen2, ngomongin gossip, nggacor2 sing gak penting, rasan-rasan.. [11.00-12.00] masih kerja, sambil sesekali nelepon temen, ngomongin big sale, film bagus, janjian ke toko buku.. blablabla... [12.00-13.00] makan siang [13.00-14.00] nerusin kerjaan, sambil bikin tulisan yang mau di upload di blog, blogwalking. [14.00-15.00] masih nerusin kerjaan [walopun udah mulai males2an], sambil chatting [lagi] sama temen2 - status message Y!M berbunyi 'ngantuk berat!', download mp3 terbaru.. [15.00-16.30] chatting sambil nerusin kerjaan, hunting picture buat memperindah blog, sesekali nonton infotainment.. [16.30-17.00] chatting sambil buka situs penyedia lowongan kerja... [17.00 teng!] berkemas dan pulang!
Nah! Apa kita juga termasuk pelaku 'penyalahgunaan fasilitas' kantor?
Sedikit membela diri.. Sebenernya, gak ada salahnya sesekali make fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Yang penting sambil kerja.. yang penting kerjaan beres.. Toh kalo sudah melakukan kewajiban, kita bisa mempergunakan hak kita kan?
Tapi demi amannya, gunakan fasilitas kantor sebisa mungkin untuk kepentingan kantor.. Kalo bosen dan pengin ngobrol, sebaiknya tetep ngobrol tentang kantor dan segala isinya... Ngrasani boss misalnya.. Ngomongin partner kerja yang menyebalkan.. Atau.. Diam2 nyusun rencana demo, karena gaji 'mati suri' alias gak naik2..
Yang penting, semua masih ada hubungannya sama kantor bukan?
posted by saiko
2:13 PM
|
Wednesday, September 07, 2005
Kesibukan Kerja Pemicu Utama Perceraian
Benarkah? Demikian oleh2 dari nenepi di gunung kawi, malang jawa timur.
Fatsal 1 Di tengah2 kesibukan kerja, sampeyan perlu hiburan... satu2nya hiburan sak anane (seadanya), adanya teman sekerja... adanya office boy sekerja... adanya sopir sekerja... semuanya jadi formula melepas suntuk.
Fatsal 2 Partner sampeyan di kontrakan menunggu dan komplain pola kerja sampeyan dgn gelisah... Hasilnya adalah kecurigaan dan selalu pasang status : waspada satu (siap2 gunung meletus).
Fatsal 3 Kok enak suasana di kantor ya??? Di rumah bojoku mrengut & cerewet... Pacarku kuciwa ndak bisa apel secara reguler, jadwalnya mesti ngikutin yg sibuk kerja.
Keputusannya : Pegatan
Woh!!! Edan... sadis....
Ngarang tapi nyata, tapi inilah gaya hidup era 2000an. Masing2 pihak merasa bisa mandiri dan tidak tergantung. Jalan pintas pegatan jadi solusi utama.
Monggo kersa.
Melajang adalah takdir Menikah adalah suratan Bercerai adalah pilihan
*** bagi yang sedang dalam masa2 cerai, turut berkabung ^_^ (ingat2... apakah hutang piutang sudah sampeyan lunasi???)
posted by : kopimorning
4:11 PM
|
Thursday, September 01, 2005
film remaja
VIRGIN: Ketika Keperawanan Mengalahkan Persahabatan
Masih ingatkah anda bagaimana rasanya menjadi gadis remaja berusia 16 tahun?
Saat itu hidup tidak mudah. Semua keputusan pilihan kebanyakan berdasarkan atas apa yang teman-teman lakukan. Mulai dari dandanan sampai dengan pilihan cowok. Pokoknya harus serba kompak.
Nggak heran kalo Rangga protes ke Cinta,
"Nonton sama-sama, main sama-sama, berangkat sekolah sama-sama, kayak nggak punya kepribadian aja. Apa namanya kalau bukan mengorbankan kepentingan pribadi demi sesuatu yang kurang prinsipil?!" "JUSTRU INI SANGAT PRINSIPIL!!" "Oh ya?"
Dan atas alasan demi persahabatan itu hasilnya kadang bisa jadi gawat. Seperti film Virgin.
Film ini penuh dengan kemarahan remaja. Inilah rebel without a cause versi abad ke 21 dan sangat perempuan. Kalau laki-laki perlawanannya lebih fisikal dan frontal, maka perempuan berontak dengan pilihan-pilihan yang ekstrem, dan kadang-kadang fatal.
Cuma untuk beli handphone seri terbaru seperti remaja yang lain, Katie dengan gampangnya merelarakan keperawanannya dijual.
Stella, menghalalkan segala cara untuk jadi artis sinetron, padahal sama sekali nggak bisa akting. ... "Di adegan ini lo musti nangis" "Gue gak bisa nangis! Gimana caranya nangis?" "Emang lo gak pernah sedih?" "GUE KALO SEDIH KETAWA! AHAHAHAHA" ....
Dan puncaknya ketika Biyan dengan berat hati merelakan keperawanannya di lepas untuk membantu 2 sahabatnya [termasuk dia ding] yang terlilit masalah hutang. Karena dia pikir cuma sahabat yang dia miliki.
Begitu beratkah menjadi gadis remaja?
Saya tidak tahu persis jawabannya. Tapi saya tahu, segelintir teman yang lahir, tumbuh, dan beranjak besar di sebuah keluarga yang kacau balau, terutama pada masa ketika remaja sebaya lainnya yang menjalankan hidupnya dengan riang gembira, seperti film AADC. Kesemrawutan hidup yang mereka alami, tidak hanya membuat hati mereka tersiksa, tapi juga membuat perasaan terluka. Dan kalau keluarga itu tidak ada, maka sahabat adalah pengganti keluarga.
Film sudah selesai, televisi saya matikan. Setelah membereskan kamar saya mau tidur.
KRINGGG...KRINGG..... saya melirik ponsel, sahabat saya menelpon, "halo.." "jadi nggak kita ke blablabala?" "enggg.." "..alaaaa udah deh, nggak usah pake alasan! pokoknya harus ikut! Titik! Lima menit lagi aku nyampe" KLIK
5 menit kemudian Dari kejauhan, mobil berwarna merah mendekat ke arah rumah. TIINN TIINNN. Klakson bunyi, saya keluar pagar bergegas masuk ke dalam mobil.
lalu kamera PAN bergerak ke atas pelan-pelan. FADE OUT. Musik FADE UP. Pelan-pelan.
posted by ULBUL
2:30 PM
|
|

kita bukan
chicklit
[tapi kadang sok chicklit]
Sebagai wanita muda,
kita sering bingung tiap
kali baca novel chicklit yang seharusnya [seperti pembaca wanita pada umumnya]
bilang, "wah...ceritanya gue banget !!".
Sebagai wanita muda,
karir kita tidak gemilang,
tampang pas-pasan, nggak punya jadwal have sex, ngobrol pake bahasa indonesia
campur jawa campur pisuhan, belum pernah terlibat cinta segitiga, mau bergaya hedonisme duit
pas-pasan, makan siang di cafe? rantangan ae wesss.
Yup, kita wanita muda yang
tidak tinggal dikota
besar dengan segala kompleksitasnya.
Hidup
kita tidak seperti novel chicklit
|
LEMBAGA SENSOR BLOG
menyatakan :
JUDUL
: BUKAN CHICKLIT
TANGGAL : 23 JUNI 2005
NOMOR : 01/2306/AZA/ILU
TELAH LULUS SENSOR
DEWASA
|
August 2005
September 2005
October 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
September 2006
APRIL
"Saya pekerja
rodi yang selalu ngimpi kapan bisa cuti jalan2 ke luar negeri (kaya
nopel-nopel itu lho....) Sayang jabatan di kantor cuman buruh coret,
'belum memungkinkan' hibur emak saya. Loh emang'e mungkin? halahhhh...ngimpi
!!" ^^

DICARI
Lelaki Gentle Kualitas Super
bukanchicklit@yahoo.com
antrian penonton sejak 12/08/05:
Free Counters
blogger
|
photobucket
|
tinypic
|
corbis
|